Hmm,,,, membayangkannya saja sudah membuat dadaku berdesir
Semangat dan gairahku memuncak... hehe
Aku yakin dan hakkul yakin bahwa semua orang pasti pernah merasakan atau melakukan selingkuh. Entah itu selingkuh besar ataupun selingkuh kecil....
Nampaknya teoriku tentang selingkuh besar dan selingkuh kecil akan jadi bahan perdebatan yang cukup hangat di semua kalangan.
Aku sendiri pernah melakukan selingkuh...
Ketika itu aku masih punya hubungan, pacaran, dengan seseorang. Pada saat yang sama, aku berteman, cukup dekat, dengan teman kantorku. Ketika pacarku itu sedang keluar kota untuk suatu tugas, aku nonton film di bioskop dengan teman kantorku itu, hanya berdua.
Semua berawal dari situ. Hubungan kami akhirnya lebih dari sekedar hubungan teman sekantor.
Selingkuhanku itu sebenarnya juga tahu bahwa aku masih menjalin komitmen dengan orang lain. Kami menjalani hubungan gelap ini dengan sama-sama mengerti kondisi yang ada.
Dan diakui atau tidak, semangatku bertambah. Semangat untuk bekerja,, semangat untuk menjalani hari-hari yang baru dikantor....
Disatu sisi aku bahagia, karena serasa mendapat new spirit untuk bekerja.. walaupun sadar akan menghadapi bos yang galak dan hari kerja yang cukup berat. Tapi semasih ada selingkuhanku,, - haduh, kata selingkuhan ini mengerikan, - semua terasa indah. hahahahh
Dilain pihak, aku merasa bersalah kepada pacarku, karena sudah menghianatinya. Menghianati kepercayaannya, menghianati rasa sayangnya kepadaku.
Tapi apa boleh buat... cinta sudah melanda
Ketika itu,,, aku tidak menyadari betapa sakitnya jika keadaan dibalik.
Jika bukan aku yang selingkuh,, jika aku yang diselingkuhi, apa yang akan aku rasakan??
Sakit, marah, kecewa, sedih, menangis ????
Ketika itu,,, hanya egoisme yang ada. Aku tidak peduli,, asal aku bahagia. Aku tidak peduli pada perasaan orang lain, orang yang menyayangiku, yang sudah cukup banyak berkorban buat aku, yang sudah menemaniku selama ini dalam suka dan duka.
Dalam perselingkuhan itu,, untuk alasan apapun, manusiawi ataupun tidak manusiawi, akan selalu ada pihak yang dikorbankan. Akan selalu ada pihak yang tersakiti.
Now,, lets read my theory.
Aku membagi perselingkuhan kedalam 2 golongan.
Perselingkuhan Kecil, contohnya, sms mesra, chating mesra, telephone mesra, ngobrol panjang, curhat, nonton berdua,,,,, aku rasa banyak banget contohnya.
Perselingkuhan Besar, contohnya, kissing (apakah cipika cipiki termasuk dalam perselingkuhan kecil yaks?), making love (maap maap kate), bercinta (jadi inget lagunya aura kasih) hmmm,, apalagi ya? aku kehilangan contoh untuk perselingkuhan besar.
Tapi aku rasa dijaman semodern dan seglobal ini, contoh perselingkuhan kecil yang aku paparkan diatas bisa dianggap bukan perselingkuhan. Aku yakin sebagian besar orang akan berkata, itu kan sebagian dari hubungan pertemanan. Aku yakin orang-orang itu akan berkata bahwa aku jadul, aku kolot, jika mengatakan hal-hal tersebut merupakan perselingkuhan.
Tapi mari kita tilik dari perasaan, dari sudut pandang orang-orang yang tersakiti.
Misalnya, seorang istri, apa yang akan dia rasakan jika suaminya chating mesra,, dengan imbuhan kata-kata sayang kepada orang lain.
Aku punya seorang teman dikantorku sekarang, yang suka mengumbar kata-kata sayang, kepada semua orang.
Dia selalu memanggil dear, atau sayang kepada semua teman wanita dikantor.
Tapi aku yakin itu bukan ciri-ciri perselingkuhan, karena dilakukan kepada semua orang dan didepan umum, bukan sembunyi-sembunyi.
Tapi beda jika hal itu dilakukan hanya seorang laki-laki yang sudah berstatus pacar orang atau suami orang, hanya kepada satu wanita tertentu. Itu sudah termasuk dalam kategori perselingkuhan.
Untuk alasan apapun,, selingkuh itu sebenarnya tidak dibenarkan.
Tapi Orang-orang yang melakukan selingkuh, akan mencari pembenaran untuk perselingkuhan yang mereka lakukan.
Orang-orang itu akan bilang, seperti juga aku, kan hanya untuk iseng, untuk menambah semangat kerja,, biar tidak bosan,, menambah pengalaman (hah ?!), dan juga... hanya bercanda.
Tapi seperti judulku diatas, selingkuh itu indah. selingkuh itu menambah debar-debar jantung menjadi lebih cepat... membuat pipi kita bisa bersemu merah lagi, bisa merasakan indahnya jatuh cinta lagi, selingkuh itu seperti mendapat injeksi obat-obatan (you know what!) dengan dosis tinggi.
Namun,,,,,, Untuk alasan apapun,, dalam perselingkuhan itu,, akan selalu ada pihak yang dirugikan, disakiti. Sanggupkah kita menyakiti hati pasangan kita?? Sanggupkah kita,, membagi hati secara adil untuk dua orang yang berbeda?
Jawabannya hanya satu,,, kembali ke hati nurani kita masing-masing.
Semangat dan gairahku memuncak... hehe
Aku yakin dan hakkul yakin bahwa semua orang pasti pernah merasakan atau melakukan selingkuh. Entah itu selingkuh besar ataupun selingkuh kecil....
Nampaknya teoriku tentang selingkuh besar dan selingkuh kecil akan jadi bahan perdebatan yang cukup hangat di semua kalangan.
Aku sendiri pernah melakukan selingkuh...
Ketika itu aku masih punya hubungan, pacaran, dengan seseorang. Pada saat yang sama, aku berteman, cukup dekat, dengan teman kantorku. Ketika pacarku itu sedang keluar kota untuk suatu tugas, aku nonton film di bioskop dengan teman kantorku itu, hanya berdua.
Semua berawal dari situ. Hubungan kami akhirnya lebih dari sekedar hubungan teman sekantor.
Selingkuhanku itu sebenarnya juga tahu bahwa aku masih menjalin komitmen dengan orang lain. Kami menjalani hubungan gelap ini dengan sama-sama mengerti kondisi yang ada.
Dan diakui atau tidak, semangatku bertambah. Semangat untuk bekerja,, semangat untuk menjalani hari-hari yang baru dikantor....
Disatu sisi aku bahagia, karena serasa mendapat new spirit untuk bekerja.. walaupun sadar akan menghadapi bos yang galak dan hari kerja yang cukup berat. Tapi semasih ada selingkuhanku,, - haduh, kata selingkuhan ini mengerikan, - semua terasa indah. hahahahh
Dilain pihak, aku merasa bersalah kepada pacarku, karena sudah menghianatinya. Menghianati kepercayaannya, menghianati rasa sayangnya kepadaku.
Tapi apa boleh buat... cinta sudah melanda
Ketika itu,,, aku tidak menyadari betapa sakitnya jika keadaan dibalik.
Jika bukan aku yang selingkuh,, jika aku yang diselingkuhi, apa yang akan aku rasakan??
Sakit, marah, kecewa, sedih, menangis ????
Ketika itu,,, hanya egoisme yang ada. Aku tidak peduli,, asal aku bahagia. Aku tidak peduli pada perasaan orang lain, orang yang menyayangiku, yang sudah cukup banyak berkorban buat aku, yang sudah menemaniku selama ini dalam suka dan duka.
Dalam perselingkuhan itu,, untuk alasan apapun, manusiawi ataupun tidak manusiawi, akan selalu ada pihak yang dikorbankan. Akan selalu ada pihak yang tersakiti.
Now,, lets read my theory.
Aku membagi perselingkuhan kedalam 2 golongan.
Perselingkuhan Kecil, contohnya, sms mesra, chating mesra, telephone mesra, ngobrol panjang, curhat, nonton berdua,,,,, aku rasa banyak banget contohnya.
Perselingkuhan Besar, contohnya, kissing (apakah cipika cipiki termasuk dalam perselingkuhan kecil yaks?), making love (maap maap kate), bercinta (jadi inget lagunya aura kasih) hmmm,, apalagi ya? aku kehilangan contoh untuk perselingkuhan besar.
Tapi aku rasa dijaman semodern dan seglobal ini, contoh perselingkuhan kecil yang aku paparkan diatas bisa dianggap bukan perselingkuhan. Aku yakin sebagian besar orang akan berkata, itu kan sebagian dari hubungan pertemanan. Aku yakin orang-orang itu akan berkata bahwa aku jadul, aku kolot, jika mengatakan hal-hal tersebut merupakan perselingkuhan.
Tapi mari kita tilik dari perasaan, dari sudut pandang orang-orang yang tersakiti.
Misalnya, seorang istri, apa yang akan dia rasakan jika suaminya chating mesra,, dengan imbuhan kata-kata sayang kepada orang lain.
Aku punya seorang teman dikantorku sekarang, yang suka mengumbar kata-kata sayang, kepada semua orang.
Dia selalu memanggil dear, atau sayang kepada semua teman wanita dikantor.
Tapi aku yakin itu bukan ciri-ciri perselingkuhan, karena dilakukan kepada semua orang dan didepan umum, bukan sembunyi-sembunyi.
Tapi beda jika hal itu dilakukan hanya seorang laki-laki yang sudah berstatus pacar orang atau suami orang, hanya kepada satu wanita tertentu. Itu sudah termasuk dalam kategori perselingkuhan.
Untuk alasan apapun,, selingkuh itu sebenarnya tidak dibenarkan.
Tapi Orang-orang yang melakukan selingkuh, akan mencari pembenaran untuk perselingkuhan yang mereka lakukan.
Orang-orang itu akan bilang, seperti juga aku, kan hanya untuk iseng, untuk menambah semangat kerja,, biar tidak bosan,, menambah pengalaman (hah ?!), dan juga... hanya bercanda.
Tapi seperti judulku diatas, selingkuh itu indah. selingkuh itu menambah debar-debar jantung menjadi lebih cepat... membuat pipi kita bisa bersemu merah lagi, bisa merasakan indahnya jatuh cinta lagi, selingkuh itu seperti mendapat injeksi obat-obatan (you know what!) dengan dosis tinggi.
Namun,,,,,, Untuk alasan apapun,, dalam perselingkuhan itu,, akan selalu ada pihak yang dirugikan, disakiti. Sanggupkah kita menyakiti hati pasangan kita?? Sanggupkah kita,, membagi hati secara adil untuk dua orang yang berbeda?
Jawabannya hanya satu,,, kembali ke hati nurani kita masing-masing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar