Music berdentum dari speaker extra large ditiap sudut ruangan.. memekakkan telinga setiap orang yang mendengar, namun mampu menambah energy dimalam yang cukup dingin itu.
Deejay asyik memainkan lagu-lagu yang sedang hit, sambil sesekali badannya ikut meliuk mengikuti irama music.
Jam menunjukkan pukul 01.15 dini hari, tapi ditengah keriuh rendahan ini, aku tidak merasakan kantuk menyerang.
Aku berdiri agak dipojok. Ini sudut favoritku ditempat ini, agar aku bisa memandang berkeliling. Memandang orang-orang yang sibuk berjoget diatas panggung yang dibuat diatas kolam renang. panggung itu seperti memiliki per, karena tiap orang berjingkrak-jingkrak diatasnya, tubuh mereka serasa dilontarkan naik.
Aku tersenyum sendiri melihat dua orang, pria dan wanita, berpagut cukup ganas diatas panggung itu. tubuh mereka menempel dekat sekali, tangan mereka saling memeluk, sampai aku tidak lagi bisa melihat yang mana tangan si wanita yang mana tangan si pria walaupun jarak aku berdiri tidak terlalu jauh dengan mereka. aku liat mereka tidak risih sama sekali dengan banyaknya orang yang berjingkrak disekeliling mereka.
Pagutan bibir mereka lepas ketika terdengar teriakan girang dari 2 orang pria asing yang meloncat kedalam kolam renang, masih dengan pakaian lengkap.
Aku rasa mereka sudah setengah sadar ketika melakukan itu, karena mereka pasti tidak berpikir sedingin apa air dikolam renang itu.
Orang-orang bersorak melihat tontonan mendadak itu, dan tambah asyik berjingkrak-jingkrak mengharap ada lagi orang yang cukup gila untuk terjun kekolam yang airnya berkilau tertimpa lampu spotlight dengan kekuatan extra besar itu.
Aku tertawa bersama teman-temanku melihat hiburan gratis itu, dan sibuk menunjuk-nunjuk ke dua orang yang sekarang mencoba berenang ketepi dengan cara berlomba.
Ditepi kolam yang lain, aku liat ada kerumunan orang, yang menyaksikan seorang wanita, fire dancer, sibuk menari dengan melontar dan memutar tongkat yang berisikan api mengepul ditangannya.
Kostum yang digunakan fire dancer itu minimalis sekali. hanya celana ketat super pendek,, yang hanya mampu menutupi separo pantat mulusnya. kaos yang dikenakannya juga super minim, dengan belahan dada yang sangat rendah. Aku yakin jika wanita itu agak membungkuk, maka belahan payudaranya akan jadi suguhan untuk para pria yang menonton mengerumuninya.
Kostum yang digunakan fire dance tersebut sama dengan kostum yang dipakai oleh hampir semua pramusaji wanita di club malam ini.
Tiba-tiba aku dengar orang-orang bertepuk tangan dan bersorak ketika entah darimana muncul 2 orang menggunakan kostum alien, dengan menggunakan egrang, hingga membuat mereka keliatan menjulang ditengah orang2 lainnya. Manusia alien itu berjalan berkeliling sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya, dan menggoda beberapa pengunjung wanita.
Ketika mataku menyapu orang-orang yang berada dipinggiran panggung, tiba-tiba aku tertegun, mendapati pemandangan yang kurang 'menyatu' ditengah keramaian ini.
Disana, berdiri seorang wanita, berusia sekitar 30an. wanita itu cantik, putih. Wanita itu aku liat terasa sangat ganjil diantara kerumunan orang-orang yang sedang menikmati hiburan ditengah malam menjelang pagi ini.
Wanita itu, berjilbab.......
Kepalanya tertutup jilbab yang menyerupai topi,, badannya dibalut sweater yang cukup ketat dengan celana panjang ketat model yang sedang up to date. Secara keseluruhan wanita itu bisa dibilang modis.
Ditangan kirinya menggenggam sebatang rokok, ditangan kanannya memegang segelas minuman.
Badannya ikut bergoyang seirama music yang dimainkan Deejay.
Dari bahasa tubuhnya, tidak nampak kecanggungan pada diri wanita itu, bahkan aku melihat dia menikmati sekali keadaan disekelilingnya.
Kemudian seorang pria menghampiri dan memeluk pinggangnya.
Aku terpana,,
Bagaimana mungkin wanita yang seharusnya sudah lebih santun dan penuh pengendalian diri itu berada ditempat seperti ini?
Aku sadar bahwa wanita itu juga seorang manusia yang memerlukan hiburan.
Tapi apakah hiburan dengan bepergian ke mall atau kebioskop misalnya, tidak cukup untuknya?
She's not belong here.
Banyak orang bilang bahwa tempat ini adalah dunia "malam". Identik dengan alkohol, drugs, sex bebas.
Bagaimanapun, seharusnya etika dan adat ketimuran masih diindahkan disini.
Ketika ia telah memutuskan untuk menutup aurat tubuhnya, pada saat itulah dia harus membatasi tindak tanduk tingkah laku nya untuk dirinya sendiri maupun dimasyarakat.
Aku merasa sedikit tidak enak karena telah menghakimi wanita itu walaupun hanya dalam pikiranku.
Tapi tetap saja aku juga merasa tidak enak melihat wanita itu ada ditengah dunia yang seharusnya hanya boleh dinikmati oleh orang-orang yang belum "sadar".
Hmmm,,
Aku kembali berpikir sendiri, apakah aku yang naif atau picik ataukah memang dunia yang sudah berubah???
Entahlah............................
Minggu, 12 April 2009
Langganan:
Komentar (Atom)
